Hallo sahabat blogger, kali ini saya
akan mengulas tentang salah satu beasiswa yang diberikan oleh Kemendikbud,
yaitu Beasiswa Unggulan Masyarakat Berprestasi. Beasiswa unggulan masyarakat
berprestasi ini kemudian dibagi menjadi dua yakni beasiswa degree dan
non-degree.
Beasiswa unggulan sendiri membuka
pendaftaran dalam dua batch. Untuk batch pertama, mulai awal proses pendaftaran online, verifikasi berkas, wawancara hingga pengumuman kelulusan umumnya berlangsung
mulai bulan Februari hingga Mei. Sedangkan batch kedua biasanya dilakukan mulai
bulan Juli sampai September.
Beasiswa Degree (Dalam
Negeri), ditujukan kepada:
- Peraih medali/penghargaan olimpiade/kompetisi
internasional di bidang: sains, penelitian ilmiah, keterampilan, seni,
olah raga, dan bahasa yang dilaksanakan dan difasilitasi oleh Kemendikbud
dan/atau oleh Lembaga llmu Pengetahuan Indonesia (LIPI);
- Masyarakat berprestasi tingkat nasional atau
internasional di segala bidang dan umum (kecuali dosen).
Beasiswa Bantuan Non-Degree (Pendaftaran Offline) ditujukan kepada:
guru, tenaga kependidikan pada tingkat PAUD sampai dengan SMA/SMK, pegiat
budaya, seniman dan pegiat sosial kecuali dosen untuk mengikuti program
residensi, menjadi pembicara dalam workshop atau konferensi, utamanya bidang
pendidikan dan kebudayaan.
Saya sendiri sebelumnya mendaftar pada beasiswa
degree sebagai mahasiswa baru untuk jenjang S2 pada batch 2 yang prosesnya
berlangsung sejak bulan Juli-September tahun 2017 ini. Proses pengajuan
beasiswa ini sendiri mencakup proses pendaftaran, kelengkapan berkas,
verifikasi berkas, dan wawancara.
Beasiswa unggulan ini bagi saya memiliki
keunggulan tersendiri, terutama bagi para mahasiswa yang berstatus on-going dalam perkuliahannya. Mahasiswa yang berstatus on-ongoing (maksimal semester 3) tetap
bisa mendaftar beasiswa ini, sehingga beasiswa ini tidak hanya ditujukan kepada para mahasiswa baru saja.
Berikut merupakan syarat pendaftaran beasiswa
unggulan masyarakat berprestasi:
Beasiswa Degree Dalam
Negeri Jenjang S1:
Mahasiswa Baru
- Maksimal 22 Tahun
- Memiliki LoA Unconditional (akreditasi universitas
minimal B)
Mahasiswa On-Going
- Maksimal 22 Tahun
- Maksimal semester 3
- IPK, PTN 3.00 PTS 3.25
Beasiswa degree
jenjang S1 tidak diwajibkan memiliki sertifikat TOEFL/IELTS
Beasiswa Degree Dalam
Negeri Jenjang S2:
Mahasiswa Baru
- Maksimal 32 Tahun
- Memiliki LoA Unconditional (akreditasi universitas
minimal B)
- IPK S1, PTN 3.25 PTS 3.50
- TOEFL ITP 500/IBT 61, IELTS 5.5
Mahasiswa On-Going
- Maksimal 32 tahun
- Maksimal semester 3
- IPK S1, PTN 3.25 PTS 3.50
- TOEFL ITP 500/IBT 61, IELTS 5.5
Beasiswa Degree Dalam
Negeri Jenjang S3:
Mahasiswa Baru
- Maksimal 37 Tahun
- Memiliki LoA Unconditional (akreditasi universitas
minimal B)
- IPK S2, PTN 3.25 PTS 3.50
- TOEFL ITP 500/IBT 61, IELTS 5.5
Mahasiswa On-Going
- Maksimal 37 tahun
- Maksimal semester 3
- IPK S2, PTN 3.25 PTS 3.50
- TOEFL ITP 500/IBT 61, IELTS 5.5
Kelengkapan
Berkas Beasiswa Degree:
- Kartu Tanda Penduduk (KTP)
- Kartu Tanda Mahasiswa (khusus On-Going)
- LoA Unconditional (Untuk On-Going ganti
dengan surat tanda aktif kuliah)
- Kartu Hasil Studi (KHS) terakhir (Khusus On-Going)
- ljazah dan transkrip nilai terakhir
- Sertifikat TOEFL/IELTS (TOEFL/IELTS untuk S1 tidak
diwajibkan)
- Proposal rencana studi (rencana perkuliahan dan sks
per-semester yang akan ditempuh hingga selesai studi, topik apa yang akan
ditulis dalam skripsi/tesis/disertasi, deskripsikan aktivitas di luar
perkuliahan yang akan dilakukan selama studi dan bagaimana implementasi
hasil studi di masyarakat)
- Surat rekomendasi dari civitas akademik atau
institusi terkait
- Surat pernyataan tidak sedang menerima beasiswa
sejenis dari sumber lain (download)
- Sertifikat prestasi Nasional atau lnternasional
- Esai menggunakan Bahasa Indonesia dengan judul:
"Aku Generasi Unggul Kebanggaan Bangsa Indonesia" ditulis
sebanyak 3-5 halaman pada kertas A4 dengan format huruf Times New
Roman ukuran huruf 12 dengan spasi 1.5 line
Sebagai langkah mempersiapkan
pendaftaran, saran saya, siapkan segala persyaratannya dengan matang. Buatlah
check-list pada dokumen-dokumen yang sudah dimiliki dan yang beum dimiliki. Melakukan
check-list akan sangat mempermudah teman-teman dalam melakukan proses
pendaftaran dan pengumpulan berkas. Terutama untuk berkas-berkas yang membutuhkan
waktu lebih dalam pembuatannya seperti proposal rencana studi dan essay.
Selanjutnya pastikan dengan jelas bahwa dokumen-dokumen tersebut masih berlaku
untuk digunakan dalam pendaftaran. Contohnya seperti TOEFL yang memiliki masa
berlaku dua tahun.
Terkait surat rekomendasi, kita bisa
minta surat tersebut kepada atasan jika memang masih bekerja dan dosen bagi
jenjang S1 on-going dan juga jenjang
S2. Bagi yang akan mendaftar untuk jenjang S1, mintalah surat rekomendasi
kepada guru SMA yang mengerti tentang sepak-terjang kita di sekolah.
Untuk proposal rencana studi,
luangkanlah waktu untuk membuat proposal ini. secara keseluruhan proposal
rencana studi mencakup penjelasan singkat terkait jurusan yang kita ambil,
mengapa kita memilih jurusan itu, apa yang menjadi keunggulan jurusan tersebut
di universitas yang kita pilih, mata kuliah apa saja yang akan dipelajari, topik
apa yang akan menjadi bahasan skripsi/tesis/distertasi dan kegiatan apa yang
akan dilakukan selama menempuh perkuliahan.
Setelah semua berkas sudah lengkap,
segera lakukan pendaftaran pada link pendaftaran yang ada dalam website
beasiswa unggulan. Dengan melakukan pendaftaran maka kita akan mendapatkan akun
yang selanjutnya akan digunakan untuk memantau proses pendaftaran yang kita
lakukan. Sebaiknya selesaikan kelengkapan berkas minimal satu minggu sebelum
berakhirnya masa pendaftaran online. Hal tersebut untuk memastikan bahwa kita
memiliki waktu cukup dalam mengisi kelengkapan dokumen di akun masing-masing.
Untuk lebih jelasnya silahkan kunjungi website Beasiswa Unggulan Kemendikbud berikut: https://beasiswaunggulan.kemdikbud.go.id/beasiswa/beasiswa-masyarakat-berprestasi