Tuesday, 17 November 2015

Pluvioplhile

Pluvioplhile. Tentu saja bagi kebanyakan orang, kata Pluviophile terdengar sangat aneh, dan mungkin bagi sebagian yang lain terdenar sangat keren. Tapi sejatinya, bahkan banyak sekali orang-orang yang menderita Pluviophile ini. Tanpa mereka sadari. Lantas sebenarnya apa itu Pluviophile? Pluviophile sendiri adalah istilah yang digunakan untuk menamai mereka yang mencintai hujan. Jika ketika turun hujan ada sebagian orang yang merasa tidak senang (entah karena alasan terjebak hujan, jemuran tidak kering, pembatalan jadwal, dsb) maka hal ini tidak berlaku bagi kaum Pluviophile. Justru saat-saat bahagia mereka dapatkan dari turunnya hujan.

Terdengar aneh memang. Namun demikianlah kenyataanya. Bagi kaum Pluviophile, mereka akan mendapatkan ketenangan hati dan pikiran dari setiap tetesan air hujan. Bisa jadi, fenomena orang-orang yang berlari menghindari hujan, atau mencari tempat berteduh saat hujan, justru menjadi pemandangan menyenagkan bagi para Pluviophile. Dan tentu saja setiap Pluviophile memiliki caranya tersendiri dalam ‘menikmati’ hujan tersebut. Ada yang menikmatinya dengan secangkir kopi atau coklat hangat sembari emndengarkan musik ‘ballad’ yang sesuai dengan suasana hujan. Ada yang mencoba mencurahkan isi hati dengan menulis. Atau sekedar memandangi tetesan hujan melalui celah jendela.


Begitulah sekiranya. Cerita tentang para Pluviophile. sungguh bahagia itu sederhana sekali bagi kaum Pluviophile. Para penikmat hujan. Beserta segala cerita yang tersembunyi di balik ‘hujan’. 

Monday, 26 October 2015

Untitled


Disaat orang lain menaruh kepercayaan besar kepada kita
Disaat orang lain merasa bahwa diri kitalah yang mampu mengerjakannya
Saat semua orang bahkan tidak meragukanmu

Disitulah diri kita sendiri yang meragukan kemampuan yang kita miliki?
Mampukah? Bisakah? Bagaimana jika tidak bisa?
Pernahkah kalian berada dalam situasi seperti itu?

Bahkan dalam situasi seyakin apapun kita. Tetap ada yang membisikkan keputus asaan. Menyerah. Merasa tak mampu. Merasa yang kita lakukan adalah yang terburuk.
Saat dimana bukan orang lain yang meragukan kita. Bahkan diri kita sendiri yang ragu.
Mampukah? Bisakah? Selalu begitu. Selalu seperti itu. Keraguan dan ketidakmampuan. Seakan datang sepaket dengan keyakinan yang kita miliki.
Rasanya ingin berkata pada semua orang. Aku tidaklah sekuat yang kalian pikirkan. Tidak semampu yang kalian bayangkan. Tidak.

Tak apa. Itulah proses daripada berjuang. Sejatinya..yang terpenting adalah usaha. Ketika kita sudah berusaha. Sekuat apapun. Seberat apapun. Meskipu..n hasilnya tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan. Tak apa. Karena tidak semua yang kita inginkan dapat terwujud. Tidak. Kepuasan itu akan datang dengan sendirinya jika sudah ada kata ihklas dalam diri kita. Ikhlas menerima apapun. Ikhlas.




Random Quote

271015

Karena usaha tidak akan pernah menghianati hasil. tidak pernah. jika belum terkabul, mungkin bukan saat itu juga Allah ingin memberi, mungkin besok, atau lusa. entahlah, selalu Allah yang lebih tau apa yang terbaik untuk kita. selalu. :) :)

261015

Ketika urusan dunia terasa semakin sukar, ketika telah banayak usaha yang dilakukan, dan hati menjadi semakin sempit, maka kembalikanlah semua kepada yang Maha mempunyai, Sang pemilik skenario terbaik.


251015

Saat tidak ada tangan untuk menopang, setidaknya jangan lupa, masih ada Allah tempat untuk berpegang.



Monday, 12 October 2015

Mengalah Bukan Berarti Kalah

Malang, 19 September 2015


Dewasa ini perkelahian antar sesama manusia semakin marak terjadi. Namun perkelahian yang marak ini nyatanya bukan hanya terjadi di kalangan pelajar, ataupun anak-anak. Perkelahian ini juga bukan didasari oleh persoalan besar. Bukan. Perkelahian ini terjadi karena gengsi, emosi dan nafsu yang tak bisa di kendalikan hati.
Malam itu jalanan memang lebih ramai dari biasanya. Mungkin faktor malam minggu dan jumlah mahasiswa baru yang semakin bertambah membuat jalan raya disekitar kampus UMM menjadi sangat padat. Seperti biasanya, saya keluar dari komplek perumahan Bukit Cemara Tujuh dan berniat menyebrang ke jalan besar. Motor saya berada tepat dibelakang sebuah motor dan disamping kanan sebuah mobil sedan berplat nomor B. Jalanan yang ramai tanpa henti, membuat semakin banyak kendaraan yang mengantri untuk menyebrang. Tiba-tiba ada sebuah motor berplat nomor AG yang memotong jalan dari arah batu dan berhenti tepat didepan mobil sedan disamping kiri saya tersebut. Motor itu berniat untuk masuk BCT namun terhalang oleh motor-motor yang posisisnya sudah sangat maju ke jalan raya, sehingga ia terus berdiam di depan mobil sedan itu.
Tak lama kemudian, pengendara mobil sedan disamping kanan saya membuka jendelanya dan berteriak pada lelaki pengendara motor untuk cepat minggir dari depan mobilnya. Lelaki pengendara motor itu, sambil mengunyah permen karetnya bersikap acuh dan tetap saja tidak beranjak dari depan mobil sedan tersebut. Pengendara mobil itu akhirnya membuka pintu dan mendatangi pemuda itu. Menggunakna bahsa jawa kasar sembari berteriak ke arah pemuda bermotor untuk pergi. Namun tetap saja, pemuda itu tidak mau pergi dan semakin membalas kata-kata pengendara mobil dengan kasar juga. Pengendara mobil rupanya kesal dan mulai menggoyang-goyang motor pemuda itu. Pemuda itu semakin menantang dengan tidak beranjak dari motornya. Terjadi adu mulut yang sangat lama. Karena kedua belaah pihak tidak ingin mengalah. Akhirnya teman dari pengendara mobil itu kelaur juga dari mobilnya. Saya pikir ia akan melerai kawannya yang terlibat adu mulut dengan pengendara motor. Tapi ternyata tidak. Temannya justru semakin memanaskan suasana dengan mendukung temannya. Motor-motor semakin banyak berada di sekitar mereka, termasuk saya. Namun semuanya perempuan. Dan tidak ada yang berani melerai keduanya. Mereka juga tidak bergegas untuk cepat menyebrang. Karena fokus melihat tontonan perkelahian antara pengendara motor dan mobil tersebut. satpam yang biasanya menjaga di post komplek depan juga tidak terlihat disana. Saya yang tidak ingin berlama-lama disana segera pergi menyebrang. Entah apa yang terjadi selanjutnya. Yang jelas perkelahian fisik antar keduanya terjadi ketika saya sudah pergi.

Inilah fenomena yang terjadi saat ini. Andai saja pemuda pengendara motor itu segera beranjak, andai saja pengendara mobil itu tidak bersikap kasar dan bersabar, mungkin perkelahian sengit itu tidak akan terjadi. Mereka terlalu egois, terlalu gengsi untuk saling mengalah satu dengan lainnya. Merasa diri merekalah paling benar dan tidak salah. Padahal mengalah bukan berarti kita kalah. Mengalah untuk menciptakan kedamaian. Mengalah untuk mencegah perkelahian. Mengalah untuk menjadi pribadi yang sabar. Banyak perkelahian terjadi karena masalah-masalah yang sebenarnya sepele. Karena bagi mereka mengalah adalah kalah. Bukan. Jutru sebaliknya. Mengalah adalah kemenangan terbesar bagi kita. Karena kita berhasil untuk meredam ego dan amarah sesaat. Karena sejatinya kita telah menang melawan diri kita sendiri. Sungguh Saya sangat belajar dari kejadian malam itu. Mengalah bukan bebarti kalah. Bukan. 

Friday, 2 October 2015

Bahagia Adalah Pilihan

Bibit tanaman yang telah tumbuh
Selamanya tidak akan pernah kembali menjadi benih
Ia hanya bisa terus tumbuh
Entah tumbuh untuk semakin berbuah atau tumbuh untuk menajadi tandus
Bukankah kehidupan seperti itu, semua kejadian yang telah terjadi
Selamanya tidak akan pernah kembali seperti awal. Atau kemabali seperti di awal.
Tidak pernah.
Sekeras apapun kita mencoba 
Sekeras apapun kita melupakan
Sekeras apapun kita memaksakan
Pada akhirnya kita hanya bisa menerima semua kejadian itu
Entah pahit atau bahagia.
Pada akhirnya semua tergantung dari bagaimana kita menyikapinya

Karena menjadi bahagia adalah pilihan. Dan kitalah yang menentukan. Sesederhana itu.

Friday, 7 August 2015

“Sananrejo” Desanya Masjid Berpintu Seribu


Kuliah Kerja Nyata atau yang dikenal dengan KKN yang diselenggarakan Universitas Muhammadiyah Malang kali ini salah satunya bertempat di Desa Sananrejo, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang. Jika banyak orang yang sebelumnya asing Desa keberadaan Desa ini, maka setelah mendengar Masjid Tiban atau Masjid Ajaib atau Masjid Pintu Seribu di Turen, tentu semua orang tak akan asing dengan Desa ini, Karena Masjid Wisata Religi tersebut tepatnya berada di Desa Sananrejo ini.
Berbagai macam program kegiatan telah disusun untuk mengisi program KKN Kelompok 64 kedepannya. Berbagai program unggulan seperti pengadaan pengobatan gratis, program gosok gigi dan bersih tangan SD, serta penyuluhan dalam bidang sosial dan ekonomi lainnya diharapkan mampu untuk membantu meningkatkan sumber daya dan kualitas hidup masyarakat. Rangkaian perlombaan dalam menyambut Kemerdekaan RI pada 17 Agustus mendatang diharapkan meramaikan dan menyemarakkan acara 17 Agutusan di Desa Sananrejo.
Sejatinya Desa Sanarejo ini telah masuk dalam kategori Desa yang Aktif dan maju dalam melaksanakan berbagai macam program Desa yang ada pada umumnya. Kegiatan PKK (Pembinaan Kesejahteraan Keluarga) berjalan dengan sangat baik di Desa ini, begitu juga dengan program kesehatan dan pertanian yang aktif dengan berbagai macam praktek dan penyuluhan didalamnya. Meskipun mayoritas penduduk Sananrejo berbasis petani seperti Desa pada umumnya. Namun pendidikan mendapat perhatian yang sangat tinggi di Desa ini. Banyak dari masyarakat yang umumnya pemuda dan anak-anak mengenyam pendidikan hingga Tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) bahkan tak sedikit yang melanjutkan ke Univeristas di dalam maupun luar Kota Malang.
Dalam meningkatkan tingkat ekonomi masyarakat di Desa ini, tak sedikit dari warga yang berinisiatif untuk mengembangkan Home Industri yang mereka jalani. Support besar yang diberikan Desa untuk pengembangan Home Industri ini juga patut untuk diapresiasi. Home industri seperti halnya minuman sari apel, kue-kue, olahan jamur dan makanan lainnya banyak dijumpai di Desa ini.

Dalam hal sosialisasi masyarakat, pengadaan pengajian-pengajian yang secara rutin terus digelar baik mingguan dan bulanan menjadikan Desa ini tak lepas dari unsur religi yang kuat. Begitu juga dengan keberadaan banyaknya Masjid Besar yang berada di Desa ini, semakin menjadikan Desa ini seperti Desa dengan Seribu Masjid. Program Bersih Desa sendiri sebenarnya dilakukan 2 minggu sekali di Desa ini. Namun Desa ini juga mengadakan Program Bersih Desa tahunan yang dilakukan secara besar-besaran dengan dibarengi dengan pagelaran pameran budaya lokal yang semarak dilakukan setiap tahunnya.  Jika anda berkunjung ke Desa ini, selain anda disuguhkan dengan Wisata Religi Masjid Ajaib yang selalu ramai setiap tahunnya, keramahan masyarakatnya akan menambah kesan tersendiri di hati para pengunjung. 

Saturday, 25 July 2015

RINDU


Dan Jika hanya memori ini yang tersisa...
Biarlah ia tersipan rapi
Dalam ruang khusus
Tak tersentuh, tak terkoyak..
Tak hilang walau secuil..
Kelak...
Jika rindu kembali datang
Dan hati tak mampu sembuhkan..
Biarlah memori ini ..
Yang mampu sembuhkan hati...



SAMPAH HATI


Suatu hari seorang lelaki miskin berjalan di sebuah kompleks perumaham mewah...
Tanpa sadar terdapat sebuah mobil yang keluar dari garasi sebuah rumah yang besar...mobil itu terus mundur tanpa memperhatikan orang yang berjalan di depan rumah tersebut, hingga mobil itu hampir menabrak sang lelaki miskin itu.
Sang sopir akhirnya keluar, mencaci maki si lelaki miskin yang compang tersebut, mamaki dengan kata-kata dan sikap kasar.
Melihat apa yang telah terjadi, sang majikan yang sedari tadi duduk di belakang sopir akhirnya keluar, ia menghentikan makian sang sopir dan menatap sang lelaki miskin sembari bertanya mekapa lelaki tersebut hanya diam saja, padahal sudah jelas itu adalah kelalain sang sopir, dan ia hanya diam saja mendengarkan cacian sopir tersebut.
Lelaki miskin itu dengan tegas menjawab bahwa dirinya tidak ingin menjadi tempat sampah seperti yang dilakukan sang sopir. Menurutnya sang sopir itu hanya menumpuk sampah –sampah dalam dirinya yang menjadikannya seperti sebuah tempat sampah.
Rupanya sang lelaki miskin mencoba menjelaskan bahwa sejatinya manusia cenderung suka menumpuk sampah-sampah ke dalam dirinya, sampah ini merujuk pada kotoran-kotoran yang ada di hati kita selama ini. Kita tidak sadar bahwa amarah, dengki, iri, ghibah yang kotor itu telah menumpuk selama bertahun-tahun dalam sebuah gumpalan daging yang disebut hati, jarang dibersihkan dan dibuang sehingga menjadikan hati kita seperti tempat sampah. Karena amarah selalu mampu mengasai hati dari kesabaran.
Itulah mengapa terkadang meskipun di bulan Ramadhan ini sangat dianjurkan untuk meredam amarah, rasa dengki, iri dan menggunjing, terkadang kita tetap melakukannya dan sulit untuk dihindarkan.
Mengapa demikian...?
Itu karena kita sudah terbiasa menumpuk sampah yang tak pernah dibersihkan. Jikapun ingin dibersihkan tetapi jika hanya dilakukan saat ramadhan tanpa ada ketulusan dan keikhlasan untuk mencoba tidak menumpuk sampah tersebut, tentu akan sulit dilakukan.
Bukankah kita tidak mau menjadi tempat sampah, dan pada akhirnya lelaki miskin tersebut, tka mau menjadi tempat sampah, sampah yang pada akhirnya menumpuk, meluap dan dibuang ke orang lain saking menumpuknya, saking tak terbendung oleh hati ini. Bukankah sudah seharusnya untuk kita membuang sampah-sampah tersebut?


Saat Dimana Aku “Tak Bisa Mengatakan TIDAK”


Saat dimana kata TIDAK yang terucap di hati tak mampu terealisasikan oleh lisan
Saat dimana aku tak mampu berkata TIDAK walau sejenak.
Saat itu saat aku tidak bisa mengatakan TIDAK
Ketika aku tak tahu apa itu keputusan yang tepat
Ataupun sebaliknya
Meski aku tahu
Apa yang akan terjadi setelahnya
Tapi aku...tetap tak bisa mengatakan TIDAK
Hanya karena aku tak mampu mengatakan TIDAK
Dan aku tak bisa....
Tetap tak bisa....


Menyukai dan Mencintai


Karena hanya 3 detik waktu yang dibutuhkan
3 detik...
3 detik yang dibutuhkan untuk menyukai seseorang
3 detik...
Karena menyukai bukan berarti mencintai
Menyukai ialah ibarat mendapatkan parsel dengan hiasan cantik
Namun bukan berarti isi dari parsel tersebut juga cantik...
Karena hanya butuh 3 detik waktu untuk menyukai
Namun tidak untuk mencintai...
Karena terkadang hati ini terjebak oleh rasa suka yang terlanjur melambung
Dan terhempas oleh kenyataan yang tak serupa dengan harapan
Karena aku tidak hanya ingin menyukai
Aku ingin mencintai...
Cinta yang tak pernah menyakiti hati
Cinta yang tak akan pernah ku sesali
Cinta yang hanya satu dan untuk satu hati pula
Cinta yang tak terbagi
Bukan layaknya parcel yang hanya memilki hiasan cantik
Namun tak mampu memikat hati untuk mencintai

Hanya karena aku tak ingin seperti itu

Sunday, 28 June 2015

Cek! Beasiswa Data Print

Program beasiswa DataPrint telah memasuki tahun keempat. Setelah sukses mengadakan program beasiswa di tahun 2011 hingga 2013, maka DataPrint kembali membuat program beasiswa bagi penggunanya yang berstatus pelajar dan mahasiswa.  Hingga saat ini lebih dari 1000 beasiswa telah diberikan bagi penggunanya.
Di tahun 2014 sebanyak 700 beasiswa akan diberikan bagi pendaftar yang terseleksi. Program beasiswa dibagi dalam dua periode. Tidak ada sistem kuota berdasarkan daerah dan atau sekolah/perguruan tinggi. Hal ini bertujuan agar beasiswa dapat diterima secara merata bagi seluruh pengguna DataPrint.  Beasiswa terbagi dalam tiga nominal yaitu Rp 250 ribu, Rp 500 ribu dan Rp 1 juta. Dana beasiswa akan diberikan satu kali bagi peserta yang lolos penilaian. Aspek penilaian berdasarkan dari essay, prestasi dan keaktifan peserta.
Beasiswa yang dibagikan diharapkan dapat meringankan biaya pendidikan sekaligus mendorong penerima beasiswa untuk lebih berprestasi. Jadi, segera daftarkan diri kamu, klik kolom PENDAFTARAN pada web ini!
Pendaftaran periode 1 : 7 Februari – 30 Juni 2015
Pengumuman                : 10 Juli 2015

Pendaftaran periode 2   : 1 Juli – 25 Desember 2015
Pengumuman                : 13 Januari 2016