Dalam dunia pendidikan, kualitas
dan mutu para Siswa acap kali dilihat dari siapa dan bagaimana orang yang
mengajar. Disinilah Guru memiliki peran yang sangat besar dalam mengembangkan
mutu dan kualitas para muridnya, tentu kualitas dan kuantitas yang diinginkan dari
para Siswa bukan hanya dalam hal pelajaran, melainkan hal yang menjadi dasar
kepribadian yang harus diterapkan sejak dini, Akhlak.
Pada hakikatnya tugas seorang Guru
bukanlah hanya sekedar mengajar, melainkan juga mendidik. Karena pengajar dan
pendidik memiliki substansi yang berbeda, seorang pengajar belum tentu seorang
pendidik, tetapi seorang pendidik sudah tentu seorang pengajar. Seorang
pendidik tidak hanya mengajarkan
pelajaran-pelajaran yang diberikan, seorang pendidik dituntut mampu dalam
menerapkan Kepribadian dan Akhlak yang baik untuk ditanamkan kepada para
Muridnya.
Seperti kita ketahui di Indonesia
sendiri kesejahteraan Guru sangat dijamin, terutama bagi para guru yang telah
lolos sertifikasi akan mendapatkan gaji yang sangat besar. Tentu saja ini
merupakan hal yang positif dan disambut baik, namun alangkah baiknya jika hal
ini sesuai dengan Output yang diberikan Guru terhadap muridnya. Dewasa ini
angka kriminalitas anak dibawah 17 tahun semakin meningkat, di tahun 2012
tercatat 2008 kasus di kuartal pertama tahun 2012, jumlah itu meliputi semua
kasus yakni pencurian, pelecehan seksual, tawuran, bahkan pembunuhan. Peran
orang tua dirasa tidak cukup untuk
mendidik dan mengayomi seorang anak 24 jam, karena lebih dari 6-8 jam waktu
mereka berada di Sekolah tentu, sekali lagi Guru memiliki peran yang besar dalam
penerapan pendidikan karakter bagi Anak-anak.
Pendidikan Akhlak atau pembentukan
karakter/mental sangat diutamakan. Sebab, Akhlak merupakan salah satu faktor
penentu corak kehidupan masyarakat. Itulah sebabnya di zaman yang penuh akan
tantangan moral, terutama anak-anak dan remaja, penerapan Akhlak dan Moral
harus mendapat perhatian utama, tentu ini bukan hanya peran orang tua saja,
melainkan para guru yang berperan besar bagi pendidikan dan pengajaran
Muridnya.
Ironis sekali, di Indonesia masih
banyak ditemukan guru yang hanya sekedar
mengajar karena memenuhi kewajiban saja, dalam artian guru tersebut hanya
mengajar karena gaji bulanannya saja, mengajar tanpa menyadari bahwa menjadi
seorang guru bukan hanya sekedar menjalankan kewajiban mengajar, namun juga
bagaimana Ia mampu mendidik, dengan mentransfer Akhlak dan Moral yang baik
kepada muridnya, tentu ini bukan pekerjaan mudah, namun dengan tekad dan
kepercayaan yang kuat, tentu hal ini dapat diaplikasikan.
Konsep Keikhlasan, sebenarnya
menjadi kunci pertama yang tidak boleh diabaikan bagi seorang guru, Ikhlas
mengajar, Ikhlas mendidik, Ikhlas dalam mengayomi tanpa banyak mengharapkan
imbalan. Ikhlas, sesuatu yang bahkan sering diabaikan, tertutup oleh gelimang
materi yang menjanjikan. Sosok-sosok
guru seperti Pak Harfan dan Bu Muslimah dalam Laskar Pelangi, merupakan
cerminan para guru yang harus diteladani, dengan menjunjung rasa Keikhlasan dan
perjuangan akan pendidikan, mereka mampu menciptakan generasi muda berkualitas
di tengah keterbatasan. Sosok Ustadz
Salman dalam negeri Lima Menara juga pantas di teladani, Motivasi dan
Keikhlasannya dalam mengajar bahkan tanpa dibayar, mampu diimplementasikan
Muridnya, dan membawa serta Muridnya ke dalam pintu kesuksesan. Itulah Guru yang
dalam peranannya harus mampu memposisikan diri mereka sebagai orang tua kedua,
dalam hal ini tanggung jawab akan amanat yang diberikan harus teraplikasikan,
mendidik murid bukan hanya dengan teori tetapi juga aksi, niat dan tujuan yang
baik. Sungguh, Karena Segala Sesuatu
yang dimulai dari niat dan tujuan yang baik, maka hasilnya pun akan baik.
Dalam meningkatkan pendidikan
akhlak bagi para Siswa , kerjasama antar Guru, Kepala Sekolah, serta
masing-masing Instansi pendidikan lainnya dirasa sangat perlu dalam penetapan
metode dan penerapan pendidikan akhlak bagi para Siswa, disamping memberikan
kesadaran bagi seluruh para guru agar tidak hanya memperhatikan hal akademik
saja, namun penerapan akhlak dan kepribadian terhadap siswa harus diperhatikan
pula.
di Al-Qur'an pun Ayat-ayat yang berbicara tentang akhlak juga banyak ditemukan, dalam Al-Qur'an Berperilaku dengan Akhlak sudah diatur, Akhlak terhadap orang tua (Al Israa’ : 23-24), tetangga (An Nisaa’ : 36-37), anak yatim (Adh Dhuhaa : 9-11), dan juga terhadap sesama manusia (Al Balad : 12-16) serta di beberapa ayat lainnya. inilah mengapa Akhlak menjadi hal yang krusial untuk terus dikaji dan diterapkan, khususnya penerapan Akhlak sedari dini.
No comments:
Post a Comment