Saturday, 1 March 2014
Sebuah Tempat Bernama Za'atari
Konflik Suriah yang telah meletus sejak tahun 2011 lalu tentu telah menimbulkan memori tersendiri bagi setiap warganya, hampir setiap orang memiliki kenangan buruk akan perang dan konflik yang seakan tak menemukan titik terang tersebut, Anak kehilangan Ayah, ibu kehilangan Anak, keluarga kehilangan sanak saudara, dan yang menyedihkan adalah peperangan mengharuskan mereka meninggalkan tanah kelahiran mereka, Suriah.
diantara 1,8 juta pengungsi suriah yang tersebar di beberapa negara tetangganya seperti irak, turki, Lebanon, Yordania menjadi salah satu penampung pengungsi terbanyak dengan lebih dari 150 ribu pengungsi berada di suatu kamp pengungsian yang berada di daerah Zaatari,tepatnya 10 km di timur kota mafraq, yordania.
sejak kamp pengungsian ini dibuka 28 juli 2012 silam disebutkan bahwa pengungsi yang bergerak dari suriah ke yordania dalam kisaran 1000-2000 pengungsi per-hari, para pengungsi tersebut sebagian juga tersebar di beberapa kota di Yordania tetapi jumlah terbanyak ditemukan di kamp pengungsian Zaatari.
dengan minimnya akses Air bersih, listrik, serta berbagai kebutuhan pokok lainnya, para pengungsi harus rela hidup berbagi satu dengan lainnya, tidak hanya dalam hal materi, namun mereka juga berbagi kisah, kisah pilu yang telah tertancap dalam hati mereka, kisah yang tak pernah mereka sadari dapat memisahkan mereka dari sanak saudara, kerabat bahkan tempat tinggal.
situasi kamp pengungsian yang gersang dengan debu padang pasir yang berhembus kencang di siang hari, serta angin gurun yang berhembus dingin malam hari, cukup untuk membuat mereka merasakan hidup "susah" dalam kamp pengungsian tersebut, belum lagi permasalahan-permasalahan internal yang melanda seperti halnya kekerasan domestik dan seksual yang mengancam para pengungsi perempuan dan anak-anak, serta masalah kesehatan yang merupakan masalah umum yang terjadi di Kamp tersebut dan khususnya angka Kelahiran yang cukup tinggi per-harinya mencapai 10-13 angka kelahiran setiap harinya.
dengan berbagai macam kondisi diatas kiranya cukup untuk menggambarkan situasi Kamp pengungsian Zaatari yang melebihi kapasitas tersebut, namun diantara kisah pilu yang tertanam dalam benak seluruh pengungsi kiranya masih ada satu hal yang menjadi harapan bagi warga Suriah, harapan yang dapat membangun kembali negeri mereka yang porak-poranda, kembali membangun memori indah akan negeri makmur nan damai yang kembali mereka impikan, semua harapan itu adalah terletak pada setiap senyum anak-anak Suriah yang tersenyum tulus diantara noda dan luka yang ada dalam benak mereka, senyum akan adanya harapan dan impian untuk membangun kembali Negeri dan tanah kelahiran mereka....Suriah.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment